Wednesday, June 12, 2013

Inspirasi Hari Ini


S         “ Di kehidupan sehari-hari kita harus melihat bahwa bukan
kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, melainkan
dengan selalu bersyukur menjadikan kita seseorang yang
bahagia. ”
-          Bruder David Steindl- Rast-
-           
“In daily life we must see that it is not happiness that
makes us grateful, but gratefulness that makes us happy.”
-Brother David Steindl - Rast-

How The Poor Live

One day, a father of a very wealthy family took his
son on a trip to the country with the firm purpose
of showing his son how poor people live. They spent
a couple of days and nights on the farm of what
would be considered a very poor family. On their
return from their trip, the father asked his son,
“How was the trip?”
Suatu hari, seorang kaya mengajak putranya berlibur ke desa dengan tujuan untuk memperlihatkan bagaimana cara orang miskin hidup. Mereka tinggal selama beberapa hari di sebuah pertanian yang ditinggal oleh keluarga yang miskin. Sekembalinya dari liburan, Ayahnya bertanya pada putranya, “Bagaimana liburannya, Nak?”

“It was great, Dad.”
“Did you see how poor people live?” the father asked.
“Oh yeah,” said the son.
“So, tell me, what did you learn from the trip?” asked the father.

“Menyenangkan, Yah!”
“Kamu lihat kan bagaimana orang miskin hidup?”
“A-ha,” jawab anaknya polos.
“Bagus, ceritakan pada Ayah, apa yang kamu pelajari dari liburan?”
Anaknya menjawab, “Saya lihat mereka punya 4 ekor anjing, dan kita punya 1. Kita punya kolam renang yang besar dan mereka punya sungai kecil yang tiada ujung dan batas. Kita punya lampu taman impor dan mereka memiliki bintang-bintang di langit. Teras rumah kita luas dan panjang, mereka mempunyai seluruh tanah sebagai teras. Rumah kira berdiri di lahan yang kecil, pekarangan mereka luas sampai ke ujuang. Kita punya banyak pelayan yang melayani, tapi mereka melayani orang lain. Kita membeli makanan, mereka menanam makanan. Kita mempunyai dinding-dinding sebagai pelindung, tapi mereka mempunyai banyak teman yang melindunginya.

The boy’s father was speechless. Then his son added, “Thank you, Dad, you
have showed me the true meaning of richness.”

Ayahnya terdiam, kemudian anaknya menambahkan, “ Terima kasih karena telah menjelaskan artikekayaan yang sesungguhnya.”

The son answered, “I saw that we have one dog and they had
four. We have a pool that reaches to the middle of our garden,
and they have a creek that has no end. We have imported
lanterns in our garden, and they have the stars at night. Our
patio reaches to the front yard, and they have the whole horizon.
We have a small piece of land to live on, and they have fields that
go beyond our sight. We have servants who serve us, but they
serve others. We buy our food, but they grow theirs. We have
walls around our property to protect us; they have friends to
protect them.”

Inspirasi Hari Ini

“There are two ways to get enough. One is to continue to accumulate more and more. The other is to desire less.”
- G. K. Chesterton -

Ada dua cara untuk merasa cukup.Yang pertama dengan terus mengumpulkan. Cara lainnya dengan mengurangi keinginan . ”
- G.K. Chesterton -

Reef-Crusher tale
A reef crusher complained about his existence.
“God is unfair. I always covered with sweat when I’m working. It’s good to be the sun; it doesn’t need to feel my pain. If God is fair, I want to be the sun.”
God granted his wish. In a split of second he became the sun. He was very proud. He shined throughout the earth and made the mankind felt his power. Suddenly, a black cloud covered his light and he cannot penetrate his light through the cloud.

Seorang pemecah batu karang mengeluhkan keberadaan dirinya.“Ah, Tuhan tidak adil. Setiap bekerja aku pasti kepanasan. Betapa enaknya menjadi matahari. Ia tidak perlu bersusah-payah seperti aku. Jika Tuhan adil, aku ingin menjadi matahari.” Tuhan mengabulkan permintaan pemecah batu. Dalam waktu sekejap dia berubah menjadi matahari. Betapa bangganya dia. Dengan sekuat tenaga, dia menyinarkan cahayanya keseluruh bumi hingga manusia menjadi kegerahan. Tetapi, tiba-tiba awan hitam menutup sinarnya. Cahaya yang kuat tak mampu menembusnya.


“Ah, God is unfair. There is something more powerful than me. If God is fair, I want to be black clouds.”
Then, God granted his wish and he turned into the black clouds. Arrogantly, he travelled around the world, making it cloudy and gloomy. Suddenly, the wind came and blew him away. He became upset.

Ah, Tuhan tidak adil. Ternyata ada yang lebih kuat daripada aku. Jika Tuhan adil, aku ingin menjadi awan hitam.”
Tuhan mengabulkan permintaan matahari. Dalam sekejap, dia berubah menjadi awan hitam. Dengan congkaknya, dia berkeliling dunia dan menggelapkan isinya. Di tengah rasa bangganya, tiba-tiba bertiuplah angin dengan, sangat kencang hingga awan hitam itu bercerai-berai. Dia menjadi marah.


“Oh, God! You are so unfair! It turns out, the wind can beat me easily. Then, make me become the wind!”
So, again, God turned him into a wind. With his new power he blew up houses and trees; he felt great about it, until he hit the reef. The reef stood still, it didn’t even move. He hit the reef once more, and even harder. But the reef didn’t move. He became furious, He exclaimed,
“Oh, God!!!” then he said with misery, “Make me the reef so I can bear the wind!”

“Tuhan, engkau sungguh tidak adil. Ternyata angin dapat mengalahkanku. Kalau begitu, jadikan aku sebagai angin.” Dalam sekejap awan berubah menjadi angin. Dengan kekuatannya dia bertiup kencang sehingga banyak rumah dan pohon yang roboh. Dia merasa menjadi yang paling hebat hingga akhirnya dia menghantam batu karang. Tetapi, batu karang itu tetap tegak berdiri tidak goyah. Berkali-kali dia menghantam batu karang. Tetapi, jangankan hancur, beranjak sedikit pun tidak. Dia menjadi jengkel.
“Tuhan jadikan aku batu karang agar aku dapat menahan angin.”


God granted his wish and turn him into the reef so he felt unbeatable and powerful. Until one day, an old man came by with rock crusher tools and crushed him little by little until he became small rocks. He realized, he had to be a rock crusher again. God gave lessons to those who are never satisfied and always compare to others.

Tuhan sekali lagi mengabulkan permintaannya. Batu karang itu yakin bahwa tidak ada yang dapat mengalahkannya. Sampai suatu hari, ada seorang laki-laki tua dengan bertelanjang dada membawa alat pemecah batu. Sedikit demi sedikit, laki-laki itu memecahkan batu karang hingga menjadi batu-batu kecil. Dia menjadi sadar bahwa dia harus kembali menjadi pemecah batu karang. Tuhan memberikan pelajaran kepada orang yang tidak pernah puas dan senang membandingkan dirinya dengan orang lain.





Inspirasi Hari Ini


“Many small people in many small places, do many small things, that can alter the face of the world.”
-Anonymous -

“Banyak orang biasa, dari tempat yang biasa saja melakukan banyak hal-hal kecil yang dapat mengubah dunia. ”
- Anonymous-

Help Others Win
A few years ago at the Seattle Special Olympics, nine contestants, all physically or mentally disabled, assembled at the starting line for the 100 yard dash. At the gun, they all started out, not exactly in a dash, but with a relish to run the race to the finish and win. All, that is, except one boy who stumbled on the asphalt, tumbled over a couple of times and began to cry.

Beberapa tahun lalu di Olimpiade Khusus Seattle, 9 kontestan, semuanya menderita cacat secara fisik ataupun mental, berkumpul di garis mulai untuk berlari sejauh 100 yard (kira-kira 91 m). Setelah pistol ditembakkan sebagai tanda dimulainya pertandingan, mereka mulai berlari. Memang tidak benar-benar berlari, tapi mereka dengan senang mengikuti perlombaan untuk menang. Semuanya berlalri kecuali satu bocah lelaki yang tersandung aspal, jatuh berulang kali dan mulai menangis.


The other eight heard the boy. They slowed down and looked back. They all turned around and went back. Every one of them. One girl with Down’s Syndrome bent down and kissed him and said, “This will make it better.” All nine linked arms and walked across the finish line together. Everyone in the stadium stood, and the cheering went on for several minutes.

Delapan kontestan lainnya mendengar tangisan anak itu dan melihat ke belakang. Mereka semua memutar balik ke arah bocah yang menangis itu. Semuanya. Seorang anak perempuan yang mengalami Down Syndrome (keterbelakangan mental) berlutut dan mencium bocah itu dan berkata, “ini akan membuatmu lebih baik.” Kesembilan kontestan saling merangkul satu sama lain dan berjalan menuju garis finish bersama-sama. Setiap orang yang berada di stadium berdiri dan bersorak selama beberapa menit.


Inspirasi Hari Ini


“ Once you replace negative thoughts with positive ones, you’ll start having positive result.
-          Willie Nelson  

“ Saat kita mengganti pikiran negatif menjadi positif, maka kita akan mendapatkan hasil yang positif juga. ”
- Willie Nelson -


Think Big
A man was caught and thrown into a pit of about "40 feet" deep, just because he was a stranger. He struggled trying to get out of the pit, but the more he tried, the weaker his muscles became. He said to himself, "I don't know how to get myself out of this. Maybe I should just die instead of enduring these miserable struggles and pains."

Seorang pria ditangkap dan dilempar ke lubang sedalam 40 kaki, hanya karena ia seorang pendatang. Ia berjuang untuk keluar dari lubang itu, namun semakin ia berusaha, semakin melemah pula otot-ototnya. Ia mulai berpikir, “Aku tidak tahu bagaimana keluar dari sini. Mungkin memang aku harus mati dan mengakhiri segala penderitaan dan perjuangan yang menyakitkan ini.”


Just then, he heard a voice screaming, "Help! Help!! Help!!!" The shouts were coming from another pit, which was "10 feet" deeper than the one he was in. He thought to himself, "Wow, so there is somebody else like me trapped here too."

Tapi kemudian, samar-samar ia mendengar teriakan orang lain, “Tolong! Tolong! Tolong!!!” Teriakan itu berasal dari lubang yang berbeda dimana 10 kaki lebih dalam dari lubangnya. Ia mulai berpikir, “Wow, ada orang lain yang terkurung disini.”


Listening carefully, he heard some cracking and sand dropping from the wall of the pit of the other victim. Immediately he summed up his courage and with his last bit of strength, started crawling little by little until he made it out of his pit.
Ia mendengar suara retakan dan suara pasir jatuh dari dinding lubang orang tersebut. Ia lalu mengumpulkan keberanian dan kekuatan terakhirnya dan mulai merangkak sedikit demi sedikit sampai ia keluar dari lubang itu.

Morals of the Story: Remember, there are people worst off than you. Always say something sweet to yourself. Always smile at your pains. Let them be; they are just there for a while and also to challenge you. Today may be your darkest hour, but your joy will come in the morning.

Ingatlah, ada orang lain yang kondisinya lebih buruk dari Anda. Semangatilah diri Anda. Tersenyumlah pada penderitaan yang Anda hadapi. Hadapilah, karena itu hanya bersifat sementara dan ada sebagai tantangan untuk Anda. Hari ini adalah kesusahan Anda, tetapi kebahagiaan akan muncul di keesokan harinya.


Try to encourage yourself. Look at yourself in the mirror, beat your chest and say, "I can make it and I can stand the test of time."

Semangatilah diri Anda. Bercerminlah dan katakan, “Saya dapat melewatinya dan saya mampu bertahan di ujian ini.”

Always try to face your worst fear because nothing GOOD comes easy. You must be UNCOMFORTABLE to get to your COMFORT ZONE.

Tetaplah berusaha untuk menghadapi ketakutan terbesar Anda karena memang tidak mudah untuk mendapatkan hal yang baik. Anda pasti merasa tidak nyaman terlebih dahulu untuk mencapai zona nyaman.


Inspirasi Hari Ini


“It is better to take many small steps in the right direction than to make a great leap forward only to stumble backward.”
-Old Chinese Proverb-

“ Lebih baik jika mengambil banyak langkah kecil untuk mencapai tujuan daripada mengambil langkah besar namun tersandung dan mundur kebelakang. ”
- Pepatah Kuno Cina-


That’s Life
A football coach told his team, “If a ball falls into bushes, how to find it?” Some answered, “Try to look in the middle of the field.” Some said, “Look in the concave part.” And there were some of them answered, “Look in the tall bushes.” The coach gave them the correct answer from all, “Look for it step by step from this point to the end.” It means the road to success is by taking one step consecutively.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya? Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana. Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.




“ The most simple things can bring the most happiness.”
-          Izabella Scorupco –

“ Kejadian yang sangat sederhana bisa memberikan kebahagiaan yang sangat besar.”
-          Izabella Scorupco –


A Simple Gesture
Mark was walking home from school one day when he noticed the boy ahead of him had tripped and dropped all of the books he was carrying, along with two sweaters, a baseball bat, a glove and a small tape recorder. Mark knelt down and helped the boy pick up the scattered articles. Since they were going the same way, he helped to carry part of the burden.

Suatu hari Mark sedang berjalan pulang ke rumah dari sekolah ketika ia menyadari seorang anak lelaki didepannya terjatuh dan menjatuhkan semua buku yang dibawanya, bersamaan dengan dua sweater, topi baseball, sarung tangan, dan sebuah alat rekaman kecil. Mark berlutut dan menolong anak itu mengambil barang-barang yang dijatuhkannya. Ketika mereka berjalan bersama, Mark membantu anak itu membawa barang-barangnya.


As they walked Mark discovered the boy’s name was Bill, that he loved video games, baseball and history, and that he was having lots of trouble with his other subjects and that he had just broken up with his girlfriend. They arrived at Bill’s home first and Mark was invited in for a Coke and to watch some television. The afternoon passed pleasantly with a few laughs and some shared small talk, then Mark went home. They continued to see each other around school, had lunch together once or twice, and then both graduated from junior high school. They ended up in the same high school where they had brief contacts over the years. Finally the long awaited senior year came and three weeks before graduation, Bill asked Mark if they could talk.

Selama dalam perjalanan, Mark mengetahui bahwa nama anak itu adalah Bill, ia penggemar video games, baseball, dan sejarah, dan ia mempunyai kendala di beberapa mata pelajaran dan sudah berpisah dengan kekasihnya. Mereka tiba di rumah Bill dan Mark diundang untuk minum Coca Cola dan menonton televisi. Mereka melewati sore hari dengan gembira sambil tertawa dan berbincang-bincang, kemudian Mark pulang. Mereka berlanjut saling bertemu di dekat sekolah, makan siang bersama beberapa kali, dan mereka berdua lulus SMP bersama. Mereka akhirnya sekolah di SMU yang sama dimana mereka saling berkomunikasi selama beberapa tahun. Akhirnya masa-masa kelulusan tiba dan 3 minggu sebelum kelulusan, Bill mengajak Mark untuk berbicara sebentar.

Bill reminded him of the day years ago when they had first met. “Did you ever wonder why I was carrying so many things home that day?” asked Bill. “You see, I cleaned out my locker because I didn’t want to leave a mess for anyone else. I had stored away some of my mothers sleeping pills and I was going home to commit suicide. But after we spent some time together talking and laughing, I realized that if I had killed myself, I would have missed that time and so many others that might follow. So you see, Mark, when you picked up those books that day, you did a lot more, you saved my life.”

Bill mengenang hari dimana mereka bertemu untuk pertama kalinya beberapa tahun lalu. “Apa kamu pernah berpikir kenapa aku membawa begitu banyak barang saat itu?” tanya Bill. “Begini, aku membersihkan lokerku karena aku tidak mau meninggalkan masalah untuk siapapun. Aku sudah menyimpan beberapa pil tidur milik ibuku dan aku pulang untuk bunuh diri. Namun setelah kita menghabiskan waktu bersama dengan berbicara dan tertawa, aku sadar bahwa jika aku bunuh diri, aku akan kehilangan waktu-waktu menyenangkan seperti itu dan seterusnya. Jadi, kau mengerti, Mark, ketika kamu mengambil buku-buku itu, kamu melakukan hal yang lebih, kamu menyelamatkan hidupku.”






Inspirasi Hari Ini


“Try to learn something about everything and everything about something.”
-Thomas Huxley-

“ Pelajarilah sesuatu dari semua hal dan semua dari suatu hal.”
-          Thomas Huxley -


Chuan and Jing joined a wholesale company together just after graduation. Both worked very hard. After several years, the boss promoted Jing to sales executive but Chuan remained a sales rep. One day Chuan could not take it anymore, tender resignation to the boss and complained the boss did not value hard working staff, but only promoted those who flattered him.

Chuan and Jing bekerja di perusahaan grosir bersama setelah mereka lulus kuliah. Mereka berdua bekerja sangat keras. Setelah beberapa tahun, atasan mereka mengangkat Jing menjadi seorang sales executive sedangkan Chuan tetap menjadi seorang sales. Suatu hari, Chuan tidak dapat menerima hal ini lagi dan mengajukan surat pengunduran diri. Iapun mengeluh kepada atasannya perihal kurangnya rasa penghargaan terhadap kerja keras karyawan dan hanya mempromosikan mereka yang menyanjungnya.


The boss knew that Chuan worked very hard for the years, but in order to help Chuan realize the difference between him and Jing, the boss asked Chuan to do the following. Go and find out anyone selling water melon in the market? Chuan returned and said yes. The boss asked how much per kg? Chuan went back to the market to ask and returned to inform boss the $12 per kg.

Atasannya menyadari kerja keras Chuan selama bertahun-tahun, namun untuk membantu Chuan agar menyadari perbedaan antara dirinya dan Jing, atasannya meminta Chuan untuk melakukan hal seperti berikut. “Pergi dan cari tahu apakah ada yang menjual semangka di pasaran?” Chuan kembali dan menjawab pertanyaan tersebut “ya”. Kemudian atasannya kembali bertanya tentang harga semangka per kg. Chuan pergi dan menjawab, “$12 per kg”


Boss told Chuan, I will ask Jing the same question. Jing went, returned and said, boss, only one person selling water melon. $12 per kg, $100 for 10 kg, he has inventory of 340 melons. On the table 58 melons, every melon weighs about 15 kg, bought from the South two days ago, they are fresh and red, good quality. Chuan was very impressed and realized the difference between himself and Jing. He decided not to resign but to learn from Jing.

Atasannya mengatakan pada Chuan bahwa ia akan bertanya hal yang sama pada Jing. Kemudian Jing pergi dan kembali dengan jawaban berikut, “Ya, hanya satu orang yang menjual semangka di pasar. Harganya $12 per kg, $100 per 10 kg, ia mempunyai 340 semangka, yang tersedia di meja dagangannya 58 semangka. Setiap semangka mempunyai rata-rata berat 15 kg, dibeli di daerah Selatan 2 hari yang lalu, kondisinya segar dan merah, kualitas yang bagus. Chuan sangat terkesan dan menyadari perbedaan antara dirinya dan Jing. Dia memilih untuk tidak mengndurkan diri namun belajar dengan Jing.


My dear friends, a more successful person is more observant, think more and understand in depth. For the same matter, a more successful person sees several years ahead, while you see only tomorrow. The difference between a year and a day is 365 times, how could you win?

Saudaraku, orang yang lebih sukses adalah mereka yang melakukan pengamatan lebih, berpikir lebih, dan memahami lebih mendalam. Dalam hal yang sama, orang yang lebih sukses melihat visi jauh ke depan, sedangkan Anda melihat sampai keesokan harinya saja. Perbedaan antara setahun dan sehari adalah 365 kali, bagaimana Anda mampu menandinginya?